RSS

Axis Java Jazz Festival : Sweep The Dust of Life on That Day

18 Mar

Jakarta dibuat nge-Jazz tiga hari itu. Semua orang mabuk akan lantunan-lantunan musik yang sarat akan improvisasi, sinkopasi dan blue note tersebut, baik anak-anak remaja, dewasa, pria, wanita, tua, muda semua terhanyut dalam irama swing-nya musik yang lahir pada decade 1930an tersebut. Sebabnya karena apa? Kita semua sudah tahu, sebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena Axis Java Jazz Festival.

Axis Java Jazz Festival ini adalah sebuah acara yang menyuguhkan penampilan musisi-musisi Jazz kawakan dari seluruh dunia khususnya Indonesia. Acara yang bertemakan “Harmony Under One Nation” ini diselenggarakan dari tanggal 4-6 Maret 2011. Walau acara ini diselenggarakan hanya 3 hari saja, namun gaungnya masih terdengar sampai saat ini. Semua itu karena Axis sebagai sponsor utama penyelenggaraan acara tersebut mampu mengemas dan menyuguhkan acara yang tidak hanya penampilan dari musisi-musisi Jazz terkenal semata, tetapi muatan kebersamaan, solidaritas, kekompakan, dan harmonisasi setiap pesertanya berusaha dibangun oleh Axis sehingga tema yang diusung untuk acara tersebut bisa terealisasi. Siapapun mereka, tua, muda, laki-laki, peremuan, kaya atau biasa-biasa saja semua berkumpul dalam satu tempat yang disatukan oleh sajian musik berkualitas, “Harmony Under One Nation” dalam Axis Java Jazz Festival.

Axis Java Jazz Festival memang bukan ajang pertunjukan musik biasa. Selain kemasan acara yang menarik, performance dari setiap artisnya juga sangat hebat dan berkualitas. Seperti Glen Fredly artis favorit saya yang menyuguhkan penampilan yang hebat dan tak terlupakan oleh setiap peserta dengan lagu-lagunya yang membuat semua audience terpesona, ditabah lagi speech yang ia sampaikan di atas panggung mengenai kondisi bangsa Indonesia saat ini di akhir penampilannya, semakin menyempurnakan penampilannya di malam itu.

Tak hanya itu saja ketika Axis Java Jazz Festival 2011 menyuguhkan beberapa musisi jazz yang tampil di panggung masing-masing dalam waktu yang bersamaan. Steve Smith & Vital Information feat Vinny Valentino, Nial Djuliarsi : The Jazz Soul of Ismail Marzuki, Rafi & The Beat dan Spero membuat semua orang yang datag terhibur dan terpesona dengan penampilan hebatnya.

Penampilan yang menakjubkan juga disajikan oleh Special Show George Benson. Musisi legendaris yang sudah bisa menciptakan single berjudul She Makes Me Mad pada usia sepuluh tahun ini berhasil memukau ribuan penonton dengan lagu-lagu yang romantis dalam penampilan bertajuk George Benson Tribute to Nat King Cole itu. Bersamaan dengan tampilnya George Benson di panggung Special Show, gitaris dan vokalis asal Norwegia Sondre Lerche kembali menghibur pengunjung Axis Java Jazz Festival 2011 dengan tampilan memukau, sederhana dan permainan gitar akustik yang luar biasa. Sondre Lerche kembali membuat para penonton bernyanyi bersama.

Kemudian penampilan C-Man pada Axis Java Jazz 2011 yang terbilang masih baru namun hasil karya komposer jazz modern Erucakra ternyat telah menembus tangga lagu Apple iTunes. Lagu-lagu andalannya antara lain Aranti’s Code, Navrian, dan The Consultant. Selain itu dalam kesempatan Axis Java Jazz Festiva 2011, C-Man juga membawakan lagu The Dude karya Quincy Jones. Hebatnya lagi, C-Man menggabungkan lagunya yang berjudul Cicak dengan lagu Come Together milik The Beatles. Penampilan perdana C-Man mampu membuktikan bahwa musisi jazz Indonesia tidak kalah dibandingkan musisi asing yang tampil di malam itu. Disamping itu pula grup asal Australia, Bauchklang, tampil membawakan lagu Rhythm of Time. Tampil dengan formasi yang minimalis namun musik Bauchklang tampil mengagumkan. Bahkan Bauchklang tampil atraktif dengan menarik dua penonton untuk naik ke atas panggung.

Lepas dari itu semua, ada suatu hal yang membuat saya kagum yaitu ketika beberapa musisi melakukan penghormatan pada almarhum Elfa Seciora. Seperti Titi Dj, Hady Yunus, Yovie Widyanto, Andien, Elfa’s Singer, dan Elfa’s Jazz Youth menggelar penampilan bertajuk “Elfa Seciora and His Legacy Lives On”. Penampilan mereka di panggung mendapat sambutan hangat dari para penonton yang juga mengagumi sosok Elfa Seciora. Bersamaan dengan acara tribute untuk Elfa Seciora, di panggung lain Chuck Loeb, Jose James, Rhoda Scott, Shadow Puppet Quartet, Drew, dan Sr Mandril sedang menunjukkan kepiawaiannya masing-masing. Dua musisi Indonesia juga tampil dalam waktu bersamaan, Ello dan Danjil yang menarik perhatian peonton untuk kesekian kalinya.

Kemudian grup jazz yang digawangi oleh Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, dan Sandy Winatra ini tak perlu lagi diragukan kualitas musikalitasnya. Lewat aksinya yang membawakan lagu lama berjudul Bulan di Atas Usia. Grup LLW juga membawakan laguu baru mereka yang diciptakan untuk mengenang para musisi jazz terdahulu. Lagu tribute itu dibawakan bersama DJ Cream dan rapper Kyriz Boogiemen. Penonton pun semakin terhibur karena Dira J. Sugandi juga ikut bergabung dengan grup LLW.

Dan banyak lagi musisi Jazz yang menampilkan sajian music berkuaitas lainnya seperti Andine, Syahrini, The Nairobi Trio feat Jonas Julio, grup jazz lokal Maliq & D’Essentials, Indra Aziz Experiment, The Jongens Jazz Quartet, Roy Hargrove Quintet. Namun penampilan yang paling ditunggu-tunggu adalah performance dari Carlos Santana. Amazing, Santana nge-Jam abis di Axis Java Jazz Festival kali ini. Permainan gitarnya sungguh membuat semua orang yang hadir saat itu kagum dan terperanga.

Beralih dari performance artis, fasilitas yang disediakan oleh panitia sungguh sangat baik dan professional sehingga membuat suasana malam dalam acara itu menjadi lebih Jazzy dan hangat. Dan upaya nyata Axis membawa musisi muda Indonesia berbakat untuk tampil di Festival Musik Jazz Internasional terbaik dan terbesar di Indonesia terukti. Karena Axis Road to Java Jazz Festival 2011 digelar Axis untuk mewujudkan mimpi para musisi muda di berbagai daerah di Indonesia untuk bisa tampil di salah satu panggung festival berskala Internasional terbesar dan terbaik di Indonesia. Dan alhasil yang cukup membanggakan salah satunya adalah Ade Irawan, bakat muda yang ditemukan dalam ajang AXIS Road to Java Jazz 2009. Sebagai musisi muda yang punya keterbatasan penglihatan, Ade membuktikan dirinya tidak kalah dengan musisi kelas dunia dan tampil di AXIS Java Jazz 2011.

Tidak hanya di dunia nyata, dunia maya pun dibuat gempar oleh Axis Java Jazz Festival 2011. Semua Netizen yang aktif di semua social media networking tak henti-hentinya membicarakan tentang acara Jazz terbesar di Indonesia ini. Sampai-sampai semua pengguna Blackberry dibuat pusing karena setiap hari muncul di Broadcast Blackberry Mesenggernya mengenai promo event, information, hingga experiences mereka yang telah ikut berpartisipasi dalam nikmatnya Axis Java Jazz Festival 2011.

Memang tak cukup dua jempol untuk Axis Java Jazz Festival. Karena ternyata festival musik Jazz terbesar di Indonesia ini pun, mampu menghipnotis semua orang hadir di acara tersebut. Semua audience yang datang bergaya parlente dengan motif elegant tak malu-malu mengeluarkan semua ekspresi mereka, lepas, bebas seakan malam itu adalah malam yang panjang dan tak terlupakan. Disampng itu, sajian berbagai kuliner menarik dan lezat yang disiapkan panitia menambah cerianya setiap malam Axis Java Jazz Festival. Music, Artis, performance, style, visitors, crowd and food everything is Jazzy. Maka dari itu tak berlebihan jika saya menyebutnya Axis Java Jazz Festival “Sweep The Dust of Life on That Day”.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: